All posts by Not an Admin

Yayasan Etnika Kosmologi Khatulistiwa

Yayasan Etnika Kosmologi Khatulistiwa yang beralamat di Jalan Kemayoran, Kecamatan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Yayasan Etnika ini memiliki tujuan dalam program Peduli SDGs ini yaitu: Pemberdayaan keterampilan anyaman masyarakat yang benilai ekonomis dan berkelanjutan serta menjadi produk untuk memenuhi kebutuhan buah tangan anyaman di Bulungan, serta masyarakat dan desa memahami pentingnya menjaga hutan dan lingkungan sebagai sumber penghidupan dan bahan baku untuk kerajinan anyaman masyarakat di Desa Pejalin. harapan dari tujuan tersebut yaitu:

  1. Meningkatkan nilai perekonomian masyarakat.
  2. Pemberdayaan kaum perempuan dan pemuda untuk merawat budaya.
  3. Menjadi produk desa dan terbangun jaringan usaha masyarakat.
  4. Bersinergi menjaga lingkungan hutan untuk kelestarian sebagai kebutuhan masyarakat.

pihak – pihak yang terlibat:

  1. Pemerintah Daerah dan Desa:
    Kaum pengrajin anyaman dapat menjalin hubungan kemitraan usaha melalui Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah sebagai upaya mendukung perkembangan UMKM dan budaya masyarakat lokal yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
  2. Masyarakat Desa:
    Membentuk kelompok-kelompok usaha mikro dan dapat berinovasi menciptakan kreasi kerajinan anyaman yang bernilai ekonomis serta dapat berperan secara sadar untuk menjaga hutan alam di Desa Pejalin sebagai penyuplai bahan baku anyaman.
  3. Kelompok Pemuda:
    Berperan melanjutkan tradisi budaya serta keterampilan anyaman dan dapat memulai berinovasi mengembangkan hasil usaha masyarakat serta memperkenalkan ke luar Desa Pejalin sebagai Trendsetter untuk produk tersebut.
  4. Kelompok Wanita:
    Menjadi sebuah rumah-rumah produk mikro yang terorganisir serta berperan produktif meningkatkan perekonomian keluarga serta memiliki ruang dan peran edukatif tentang budaya lokal.
  5. Kelompok lainnya (misal: kelompok disabilitas, lansia):
    Menjadi kelompok binaan agar produktif dengan kreasinya serta dapat menjadi sumber perekonomian.

Yayasan Nurul Ummah

Yayasan Nurul Ummah memiliki tujuan di program Peduli SDGs ini yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Nampu, Kec. Karangrayung, Kab.Grobogan, Prov. Jawa Tengah. Output yang diharapkan dari kegiatan tersebut yaitu:

  1. Meningkatkan kapasitas masyarakat
  2. Terbentuknya kelompok-kelompok kreasi kecil yang produktif
  3. Terbangunnya usaha di masyarakat

pihak – pihak yang terlibat:

  1. Pemerintah Daerah dan Desa: Pemerintah daerah dan desa memberikan akses kepada masyarakat untuk dapat di akomodir untuk berkreasi dan berkolaborasi kerajinan bambu di lingkungan masyarakat dan akhirnya masyarakat mampu menambah penghasilan dari usaha-usaha baru yang inovatif sebagai dampak positif terhadap pembangunan di desa, angka kemiskinan di masyarakat mulai berkurang.
  2. Masyarakat Desa: Berperan aktif membangun usaha-usaha inovasi sebagai tambahan penghasilan keluarga dan usaha tersebut sehingga masyarakat bisa merasakan penghasilan dan kesejahteraan.
  3. Kelompok Pemuda: Menjadi pelopor utama dari kegiatan yang menggerakkan potensi dan sumber daya yang ada. Berperan motivasi dan berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan lingkungan masyarakat dan kedepannya, mampu membawa kelompok-kelompok lain yang lebih maju dan mandiri.
  4. Kelompok Wanita: Terorganisir dalam kelompok wanita yang menjadi kegiatan kesejahteraan masyarakat yang mulai dari rumah sebagai kegiatan diri untuk mengisi waktu kosong. Pendataan masyarakat yang bersifat tani dan kerajinan belum kreatif / belum pasti pada akhirnya kelompok ini akan menjadi produsen berkualitas
    berskala kecil.

Yayasan Belantara Mandala Nusantara (YBMN)

Tujuan YBMN yaitu Meningkatkan kapasitasnya Kelompok perempuan Kampung Sumber Mulya dalam inovasi dan peningkatan kualitas produk kuliner dan kerajinan untuk persiapan wisata desa. Harapan yang diharapakan, kelompok perempuan Kampung Sumber Mulya meningkat kapasitasnya dalam inovasi dan adanya peningkatan kualitas produk kuniner dan kerajinan untuk pasar wisata desa;
1. Adanya perbaikan kwalitas setidaknya 2 produk existing kuliner/ kerajinan
2. Muncul 2 produk baru kuliner / kerajinan yang dibuat dari bahan baku yang tersedia di desa.
3. Pemenuhan standar produk untuk mendapatkan iji PIRT

Dua Hari, 3 Desa Pilot Kuningan Program Peduli SDGs Diperkuat

INILAHKUNINGAN- Desa Pilot Project Program Peningkatan Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sipil untuk Melokalkan dan Mencapai Susitainable Development Goals (Peduli SDGs) di Kabupaten Kuningan dikuatkan, melalui Pelatihan Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan, di Aula Pepabri Hotel dan Resort Kuningan, Kamis (02/12/2021)

Desa pilot project itu, Desa Wanasaraya, Desa Padarama dan Desa Patala. Ikut hadir dalam giat 2 hari ini, beberapa perwakilan OMS. Giat ini, hasil kerjasama B_Trust Advisory Group atau B_Trust, Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) dan Komisi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam dengan 10 Pemerintah Kabupaten di Indonesia yang tersebar di 10 kabupaten di 5 provinsi.

10 kabupaten itu, ialah Kabupaten Cilacap, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau.

Project Officer B-Trust, Aditio Sudarna, menjelalskan, bahwa salah satu  tujuan program Peduli SDGs adalah untuk membangun kapasitas dan kemitraan multi-pihak yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (OMS), community organizers di desa, dan pemerintah desa untuk berkolaborasi dalam proses pembangunan di daerahnya.

”Program ini melibatkan 10 pemerintah kabupaten, 30 organisasi masyarakat sipil di 10 daerah dampingan, 30 pemerintah desa, dan 90 pendamping komunitas di 30 desa selama 3 tahun. Mulai 2020-2023,” sebut Aditiyo, disela kegiatan, kepada InilahKuningan

Kata Aditiyo,  dalam 2 tahun terakhir, Peduli SDGs telah berfokus pada peningkatan kapasitas OMS. Arahnya, sebagai bagian dari persiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah, terutama pemerintah desa setempat dalam mendukung penerapan SDGs di Kabupaten Kuningan.

Kolaborasi dalam mendukung dan menerapkan SDGs tersebut, diwujudkan melalui pelaksanaan rencana kerja inovasi berskala kecil di desa setempat yang di gagas oleh OMS dan didukung oleh program ini.

”Setelah peningkatan kapasitas OMS, maka yang penting selanjutnya adalah pelatihan pemerintah desa agar kolaborasinya nanti semakin sukses dan semakin kontributif,” katanya” .

Kepala Bappeda Kuningan Ir. Usep Sumirat, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman dalam mengoptimalkan pembangunan desa. Sehingga berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian SDGs di Kabupaten Kuningan.

”Kedepan, saya ingin perencanaan pembangunan di desa lebih selaras dengan prioritas pembangunan di kabupaten. Sehingga dapat semakin mensejahterakan masyarakat setempat serta mendukung pencapaian SDGs di Kabupaten Kuningan bahkan Nasional,” ungkap Usep

Menurut Usep, kunci utama kesuksesan dalam mencapai SDGs terletak pada kolaborasi. Keselarasan dalam perencanaan desa dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan OMS, swasta dan pemerintah kabupaten menjadi sangat penting sekali./tat azhari

Tiga Desa di Grobogan Dilatih B_Trust Rencanakan Pembangunan Berkelanjutan

MURIANEWS, Grobogan – Tiga Desa di Kabupaten Grobogan dilatih untuk membuat perencanaan pembangunan berkelanjutan. Pelatihan itu diberikan B_Trust, selama dua hari (23-24/11/2021).

Adapun tiga Desa yang mendapat pelatihan itu yakni, Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer; Desa Cewek, Kecamatan Kradenan; dan Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung. Kegiatan itu diikuti Kepala Desa, Sekretaris Desa, ketua BPD, perwakilan OMS.

Pelatihan dari B_Trust Advisory Group (B_Trust) diselenggarakan di Hotel Grand Master Kyriad Purwodadi. Kegiatan ini merupakan program Peningkatan Kolaborasi Pemerintah Daerah & Masyarakat Sipil untuk Melokalkan dan Mencapai SDGs (PEDULI SDGs)

Aji Ginanjar, Project Officer B_Trust mengungkapkan, tujuan dari diselenggarakan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman stakeholders yang ada di Desa, baik Pemerintah Desa maupun dari BPD.

“Mereka ini perlu mendapat pemahaman mengenai pentingnya kegiatan perencanaan pembangunan yang dilakukan secara partisipatif dalam menentukan prioritas serta bagiamana pembangunan itu bisa dilakukan secara kolaboratif dengan komunitas/kelompok masyarakat yang ada di desa,” katanya pada MURIANEWS, Selasa (23/11/2021).

“Dari kegiatan ini, kita harapkan, Pemerintah Desa dapat melakukan kolaborasi dengan komunitas/kelompok masyarakat yang ada di desa masing-masing,” lanjutnya.

Selain Aji Ginanjar, ada dua narasumber yang dihadirkan, yakni Fandyasih Bowo Leksono, dari Bappeda Grobogan dan Kepala Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus Tri Adi Saputra.

Masih dikatakan Aji, kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara B_Trust, Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) dan Komisi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam dengan sepuluh Pemerintah Kabupaten di Indonesia yang tersebar di lima provinsi.

Selain Grobogan, kegiatan serupa dilakukan di Kabupaten Cilacap, Kuningan, Majalengka, Ciamis, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bulungan dan Kabupaten Berau dalam program PEDULI SDGs.

Dijelaskan, salah satu tujuan program PEDULI SDGs adalah untuk membangun kapasitas dan kemitraan multi-pihak yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil (OMS), community organizers di Desa, dan Pemerintah Desa untuk berkolaborasi dalam proses pembangunan di daerahnya.

“Program ini melibatkan 10 pemerintah kabupaten, 30 organisasi masyarakat sipil di 10 daerah dampingan, 30 Pemerintah Desa, dan 90 pendamping komunitas di 30 desa selama 3 tahun (2020-2023),” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Zulkifli Fahmi

3 Desa di Majalengka Jadi Proyek Percontohan Program Pembangunan Berkelanjutan

Ciremaitoday.com, Majalengka – Tiga desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akan dijadikan pilot project program Peningkatan Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Sipil untuk Melokalkan dan Mencapai Sustainable Development Goals (PEDULI SDGs).
Hal itu diungkapkan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Majalengka, Yayan Sumantri.
“Desa yang menjadi pilot project ini nanti akan menjadi rujukan atau percontohan bagi desa-desa lain dalam merumus perencanaan di tingkat Pemerintahan Desa,” kata Yayan, Rabu (1/12/2021).
Ketiga desa yang jadi pilot project program PEDULI SDGs itu yakni Desa Bantaragung di Kecamatan Sindang, Desa Mekarmulya di Kecamatan Kertajati, dan Desa Nanggerang di Kecamatan Leuwimunding.
Dijadikannya 3 desa itu sebagai rujukan dalam menentukan sebuah perencanaan, kata Yayan, diharapkan ke depan semua desa mampu membuat perencanaan pembangunan dengan benar. Dengan demikian, mereka benar-benar bisa menarik SDGs ke level lokal.
“Pilot project-nya tiga desa, walaupun amanat untuk SDGs itu kan 330. Kemampuan menyusun dokument itu kan tidak mudah. Setidaknya tiga desa inilah yang diinisiasi dengan kerja sama B_Trust untuk mampu menyusun, melokalkan SDGs. Penentuan desa ini sebetulnya hasil diskusi kita dengan B_Trust,” jelas dia.
“Sebetulnya kita melihat pada pemetaan. Banyak pemetaan yang dilakukan terhadap desa. Antara lain desa mandiri, memiliki kepedulian terhadap program pemerintah. Sehingga ketika mereka dijadikan pilot project, kita tidak terlalu capek. Karena mereka punya keinginan sendiri (lewat perencanaan itu),” sambungnya.
Terpisah, Project Officer B_Trust, Mokh Ikbal mengatakan, program Peduli SDGs bertujuan untuk membangun kapasitas dan kemitraan multi pihak yang melibatkan Pemda, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), komunitas di desa. Lewat kolaborasi itu diharapkan bisa membangun desa tersebut.
“Program ini telah berfokus pada peningkatan kapasitas OMS yang diarahkan sebagi bagian dari persiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah. Terutama Pemdes dalam mendukung penerapan SDGs di Kabupaten Majalengka,” jelas dia.***

Nusra Empowerment Forum (NEF)

Nusra Empowerment Forum (NEF) berdiri pada hari Kamis, 24 Januari 2013. Kemudian disahkan dengan akta notaris No. 02 tertanggal 12 Juni 2013 di kator Notaris Arika Sari Bulan, SH.,M.Kn. Lembaga ini didirikan sebagai respons atas menguatnya tuntutan terhadap tersedianya sumberdaya manusia (human resources) yang berkualitas dan berbudaya, dan terwujudnya masyarakat egalitarian yang berperadaban. Adalah kesadaran umum bahwa sumberdaya manusia yang berkualitas menjadi prasyarat bagi terwujudnya masyarakat dan bangsa yang maju dan modern.

Pelatihan Desa Pilot Kabupaten Cilacap

BMSTVNEWS-Cilacap. Pelatihan Desa Pilot Kabupaten Cilacap berlangsung di hotel Jalan Jendral Sudirman selama 2 hari 25 – 26 November 2021. Pelatihan diprakarsai oleh B Trust bekerjasama dengan Uni Europa dan KBRI dilakukan di 5 propinsi dan 10 kabupaten di Indonesia, salah satunya Kabupaten Cilacap. Pelatihan diikuti 3 Desa Yaitu Kelurahan Sidakaya, Desa Klumprit dan Desa Bantar  dengan narasumber dari B Trust dan dari Bappeda Kabupaten Cilacap.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah desa agar pemerintah desa mampu membuat perencanaan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan pada aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, meng identifikasi mana yang perlu dan mana yang lebih penting untuk kesejahteraan masyarakat. Diharapkan 3 desa ini nantinya menjadi desa percontohan terutama dalam merumuskan program pembangunan, memberikan daya ungkit untuk kesejahteraan masyarakat.

“Jadi ini adalah latihan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah desa khususnya begitu yah agar mampu membuat perencanaan yang lebih efektif, karna dana kan terbatas yah tapi keinginan itu tidak pernah terbatas. Maka harus ada kemampuan untuk mengidentifikasi mana yang penting untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berharap kedepan 3 desa ini menjadi desa percontohan terutama dalam merumuskan program-program pembangunan yang memberikan daya ungkit meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Jelas Iqbal, Program Manager B Trust.

Sementara itu Amin Muchtadi, Kabid Pemerintahan dan Kesra Bappeda Cilacap berharap melalui pembelajaran ini bisa diterapkan sehingga kesejahteraan di 3 desa itu meningkat.

“saya sangat berharap melalui pembelajaran ini bisa diterapkan di lapangan sehingga pada akhirnya kesejahteraan di 3 desa itu meningkat” harapnya

Sementara itu Bina Mariana, Kasubid Kependudukan dan Desa Bappeda Cilacap juga mengaku sangat setuju dengan kegiatan yang diadakan oleh B Trust ini diharapkan dapat mengangkat Kabupaten Cilacap dari angka kemiskinan.

“Saya setuju sekali dengan kegiatan dari B Trust ini ya, kita tau angka kemiskinan 11,46 di Kabupaten Cilacap ini diharapkan bisa turun di bawah level provinsi minimal menjadi kategori kuning.” ungkapnya

Penulis: Ramyana Editor: Ari Nugroh